1. Apa itu Trigger?
Trigger adalah perintah atau program dalam database yang akan dijalankan secara otomatis ketika terjadi suatu kejadian (event) tertentu pada tabel.
Contohnya ketika data di-INSERT, UPDATE, atau DELETE, trigger dapat menjalankan perintah secara otomatis.
2. Kapan Trigger akan berjalan?
Trigger akan berjalan secara otomatis ketika event yang ditentukan terjadi.
Event yang umum:
INSERT → ketika data ditambahkan.
UPDATE → ketika data diubah.
DELETE → ketika data dihapus.
Contoh:
CREATE TRIGGER log_data
AFTER INSERT ON siswa
FOR EACH ROW
BEGIN
INSERT INTO log_siswa VALUES (NEW.id, 'Data ditambahkan');
END;
Trigger tersebut otomatis berjalan setelah data baru dimasukkan ke tabel siswa.
3. Apa perbedaan Trigger BEFORE dan AFTER?
BEFORE → trigger dijalankan sebelum perubahan data diterapkan ke tabel.
Biasanya digunakan untuk:
Validasi data.
Mengubah data sebelum disimpan.
Memastikan data sesuai aturan.
AFTER → trigger dijalankan setelah perubahan data berhasil diterapkan ke tabel.
Biasanya digunakan untuk:
Logging.
Audit.
Memperbarui tabel lain.
4. Apa yang harus diperhatikan dalam menulis Trigger?
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Buat logika tetap sederhana agar mudah dipahami dan tidak sulit diperbaiki.
2. Gunakan naming convention yang jelas, misalnya trg_after_insert_siswa.
3. Dokumentasikan setiap trigger agar diketahui fungsi dan tujuannya.
4. Hindari trigger rekursif, yaitu trigger yang menyebabkan dirinya sendiri atau trigger lain berjalan berulang-ulang tanpa berhenti.
0 Komentar